10 gunung tertinggi di dunia
1. Gunung Everest
Tinggi :8850 m
Lokasi :Cina(Tibet)-Nepal
Gunung Tertinggi Di Dunia (info-asik.com)
Terdapat beberapa variasi dari segi ukuran (Pemerintah Nepal - Cina belum
mengesahkan ukurannya secara resmi sebagai gunung tertinggi di dunia,
ketinggian Puncak Everest masih dianggap 8.848 m oleh mereka). Gunung
Everest pertama kali diukur pada tahun 1856 mempunyai ketinggian 8.839
m, tetapi dinyatakan sebagai 8.840 m (29.002 kaki). Tambahan 0,6 m (2
kaki) menunjukkan bahwa pada masa itu ketinggian yang tepat sebesar
29.000 kaki akan dianggap sebagai perkiraan yang dibulatkan. Perkiraan
umum yang digunakan pada saat ini adalah 8.850 m yang diperoleh melalui
bacaan Sistem Posisi Global (GPS).Gunung Himalaya masih akan terus
bertambah tinggi akibat pergerakan lempeng tektonik kawasan tersebut.
2. Gunung K2 (chogori)
Lokasi :Pakistan - Cina(Tibet)
Tinggi : 8.611m
Gunung Tertinggi Di Dunia (info-asik.com)
K2 adalah gunung tertinggi di dunia kedua. Di juluki juga "pegunungan
kejam" karena kesulitannya untuk didaki,daripada Gunung Everest.itu di
sebabkan cuacanya yang buruk. Pada tahun 2004,hanya 246 orang yang
berhasil mendaki sampai ke puncak. Setidaknya 56 orang meninggal ketika
mencoba mendakinya.
3. Kangchenjunga
Lokasi : Nepal - India
Tinggi : 8586 m
Gunung Tertinggi Di Dunia (info-asik.com)
adalah gunung tertinggi di dunia nomor tiga. Gunung ini juga adalah gunung
tertinggi ke-2 di Nepal.Kangchenjunga mengandung arti "Lima Harta Karun
Salju, karena terdiri dari 5 puncak, empat diantaranya mencapai lebih
dari 8.450 meter. Harta karun itu melambangkan 5 benda milik dewa yaitu
emas , perak , permata, biji-bijian dan kitab suci . Kangchenjunga
disebut Sewalungma dalam bahasa Limbu dan disucikan dalam tradisi agama
Kirant. Tiga dari 5 puncaknya (utama, tengah,dan selatan) membatasi
wilayah Sikkim Utara dari distrik Sikkim, India dan Distrik Taplejung di
Nepal, dan 2 yang lain berada di Distrik Taplejung. Selain itu wilayah
ini juga dijadikan Kangchenjunga Conservation Area Project oleh World
Wildlife Fund yang melindungi satwa Panda Merah , burung, dan tanaman
khas Nepal. Bagian India juga memiliki wilayah yang dilindungi berada
dalam Taman Nasional Khangchendzonga.
4. Gunung Lhotse
Tinggi : 8.516 m
Lokasi : Nepal - Cina(Tibet)
Gunung Tertinggi Di Dunia (info-asik.com)
Gunung yang memiliki ketinggian (27.940 kaki) ini merupakan gunung tertinggi
di dunia keempat dan merupakan salah satu puncak yang membentuk kelompok
dari Gunung Everest.
5. Gunung Makalu
Tinggi : 8,463 m
Lokasi : Nepal - Cina(Tibet)
Gunung Tertinggi Di Dunia (info-asik.com)
Makalu merupakan gunung tertinggi di dunia nomor lima. Gunung ini memiliki
bentuk yang unik yaitu berupa piramida empat sisi dan terletak hanya 19
km tenggara Gunung Everest.
6. Gunung Cho Oyu
Tinggi : 8.201 m
Likasi : Nepal - Cina(Tibet)
Gunung Tertinggi Di Dunia (info-asik.com)
Cho Oyu adalah merupakan gunung tertinggi di dunia keenam. Lokasinya tidak
terlalu jauh dari arah barat Everest dan Lotse, di wilayah Khumbu yang
merupakan bagian Timur Nepal dan sepanjang perbatasan Tibet. Puncaknya
berdiri megah bersama dengan Everest dan gunung-gunung disekitarnya. Ini
menjadi landmark yang sangat dikenal oleh para pendaki yang yang
mendaki Everest dari sebelah dinding utara.Disebelah barat dari Cho Oyu,
terdapat Nangpa La, merupakan glacier dengan tinggi 19.000 kaki, yang
merupakan rute perdagangan barter antara Khumbu Sherpa dan Tibet.
7. Gunung Dhaulagiri
Tinggi : 8.167 m
Lokasi : Nepal
Gunung Tertinggi Di Dunia (info-asik.com)
Dhaulagiri adalah gunung tertinggi di dunia ketujuh. Membentuk timur jangkar dari
Himal Dhaulagiri, sebuah subrange dari Himalaya di Zona Dhawalagiri
Nepal utara. Itu terletak di barat laut Pokhara, sebuah kota regional
yang penting dan pusat wisata.
8. Gunung Manaslu
Tinggi : 8.163 m
Lokasi : Nepal
Gunung Tertinggi Di Dunia (info-asik.com)
Nepal Manaslu adalah gunung tertinggi di dunia kedelapan, terletak di Mansiri
Himal, bagian dari pegunungan Himalaya, Nepal. Kata Manaslu berasal
dari kata bahasa Sanskerta , Manasa dan diterjemahkan sebagai "Gunung
Jiwa". Manaslu adalah puncak tertinggi di Gurkha dan terletak sekitar
empat puluh mil sebelah timur Annapurna, gunung tertinggi ke-10.
9. Gunung Nanga Parbat
Tinggi : 8.126 m
Lokasi :Pakistan
Gunung Tertinggi Di Dunia (info-asik.com)
Nanga Parbat merupakan sebuah gunung kebanggaan Pakistan. Gunung ini terletak
di bagian utara di negara itu. Merupakan gunung tertinggi di dunia
kesembilan. Dalam tingkat kesulitan, medan gunung Nanga Parbat disebut
sama beratnya dengan K2. Sulitnya medan pada gunung ini membuat ia
mendapat julukan “The Man Eater”.
10. Gunung Annapurna
Tinggi : 8.091m
Lokasi : Nepal
Gunung Tertinggi Di Dunia (info-asik.com)
Gunung Annapurna, gunung tinggi yang masuk dalam jajaran pegunungan Himalaya
di Nepal ini memiliki beberapa puncak. Dengan puncak utamanya setinggi
8.091 mdpl. Selain itu, gunung Annapurna juga mempunyai beberapa nama,
antara lain Annporna dan Morshiadi
Pringgabaya Desaku Tercinta
Pringgabaya adalah sebuah kecamatan di kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Indonesia.
Pringgabaya adalah suatu desa yang sangat unik dan salah satu ciri khas orang Lombok Timur. Ada salah satu budaya yang sangat terkenal di Pringgabaya, yaitu Rebo Buntung atau dengan kata lain Pesta Pantai. Pesta Pantai ini diadakan satu tahun sekali. Rebo Bontong ini memiliki keunikan tersendiri, di mana pada acara ini semua rakyat yang ada di sekitar Kecamatan Pringgabaya berbondong-bondong ke arena acara yaitu Pantai Ketapang. Rebo Bontong merupakan acara tahunan yang dianggap masyarakat setempat adalah acara syukuran untuk menolak bala’ (malapetaka), di mana sesuai namanya acara ini tepatnya dilaksanakan pada Rabu terakhir bulan Safar.
Pringgabaya terdiri atas 7 desa, yaitu Bagek Papan, Apitaik, Pohgading, Kerumut, Batuyang, Pringgabaya, dan Labuhan Lombok. Wilayah Pringgabaya sangatlah strategis, apa lagi yang namanya DASAN TAPEN yang ada di Bagek papan indah banget.
kondisi alam yang dimiliki memungkinkan warga untuk bercocok tanam dan menangkap ikan di laut, karena wilayah Pringgabaya memiliki luas sekitar 224,326 km2 dan penjang perairan laut sekitar 27,38 km.
Masyarakat Pringgabaya pada umumnya bekerja sebagai petani dan nelayan, namun sebagai wilayah yang subur masyarakt tak lepas juga dari pekerjaan sebagai pedagang, dan salah satu hasil alam yang menjadi andalan yang memiliki hasil yang tinggi adalah perkebunan Sarikaya, di mana Sarikaya ini adalah hasil tahunan yang paling tinggi pada saat terjadinya musim hujan.
Gawe rebo Buntung dan tetulak tamperan meiliki makna penyucian diri
Lombok timur.Suara komunitas.net_“Sopok maliq budaya saq mula jati,ta bait lengan kisah para nabi” Inilah lirik lagu yang dilantunkan saat gawe puncak ritual rebo bontong dan bebrapa seni music tradisional menggema di pantai tanjung menangis,Ketapang desa Pringgabaya, kecamatan pringgabaya, kabupaten Lombok timur.
Riuh gemuruhnya acara gawe adat rebo buntung dihiasi dengan pernak pernik pesisir pantai,membuai ribuan pasang mata menyaksikan acara gawe adat,mulai dari masyarakt local dan wistawan.
Upacara adat Rebo Bontong tersebut dirayakan rutin setiap tahunnya,Dengan bebrapa rangkaian acara,mulai dari hiburan rakyat sebagai penyambutan tamu undangan,kemudian acara juga dirangkaikan dengan sambutan dan laporan oleh panitia penyelenggara serta ucapan sambutan oleh pemerintah Lombok timur,H.Sukiman Azmi.
Dalam sambutannya,beliau memaparkan kebudayaan rebo bontong sangat perlu untuk dilestarikan.Selain itu banyak situs sejarah menjadi tonggak penyatuan bangsa baik secara local maupun nasional.
Beliau juga menyebutkan lokasi situs sejarah Lombok timur,mulai dari ujung selatan Keruak,Lenek,sebalun dan desa Ketangga kecamatan Suela yang menjadi lokasi benda-benda peninggalan sejarah,menjadi saksi hubungan erat masyarakat,hususnya Lombok timur.
Adapun prosesi puncak gawe dirangkaikan dengan ritual rebo bontontong dan tetulak tamperan.Dalam prosesinya, masyarakat, termasuk tokoh adat budayawan Lombok timur serta pemerintah, berkumpul di Pantai Tanjung Menangis, Ketapang, untuk melepas kepala sapi ke tengah laut.
Selain kepala sapi, ada juga sesaji lainnya yang dipersiapkan. sejaji berupa hasil bumi seperti padi, buah-buahan, daun sirih, ayam hidup dan lainnya. Kepala sapi dan seluruh sesaji lainnya itu kemudian di buang ke laut menggunakan perahu.
Setelah itu, masyarakat yang sudah mengikuti rangkaian acara dari pagi beramai-ramai mandi ke laut yang dipercaya sebagai cara untuk membersihkan diri dari sikap negatif, serta melahirkan kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat.
Gawe adat perayaan Rebo Bontong merupakan tradisi yang dilaksanakan secara turun temurun sejak ratusan tahun silam yang diniatkan untuk menyucikan badan dengan penolakan bencana,bahaya dan lain-lainya.
Selain itu Rebo Bontong bisa menjadi satu khasanah budaya yang dapat disuguhkan atau keraifan lokal yang bisa dijadikan wisatabudaya. Namun demikian gawe Rebo Bontong ini harus dikemas sedemikian rupa sehingga memiliki nilai jual yang mampu menarik Wistawan baik Lokal dan Mancanegara.
Doyan Nada (cerita Lombok)
ALKISAH, di zaman antah berantah, ada raja jin wanita bertakhta di puncak Gunung Rinjani. Ratu jin itu bernama Dewi Anjani. Konon, Dewi Anjani memelihara burung bernama Beberi. Burung ini berparuh perak dan berkuku baja. Pada waktu itu, daratan Pulau Lombok masih berupa bukit berhutan lebat dan belum dihuni manusia.
Pada suatu hari, patih Dewi Anjani bernama Patih Songan mengingatkan Dewi Anjani akan pesan kakek Dewi Anjani. Kakeknya telah berpesan agar kelak Dewi Anjani mengisi Pulau Lombok dengan manusia.
Kemudian, Dewi Anjani mengajak Patih Songan untuk memeriksa seluruh daratan pulau itu. Karena tanaman di hutan terlalu rapat, Dewi Anjani dan Patih Songan tidak dapat berjalan dengan leluasa. Dewi Anjani berkata kepada Patih Songan, "Paman, karena pulau ini penuh sesak dengan tumbuhan, pulau ini kuberi nama Pulau Sasak."
Begitulah ceritanya sehingga pulau ini akhirnya bernama Bumi Sasak. Sekarang lebih dikenal dengan nama Pulau Lombok.
Setelah mengetahui bahwa pulau itu penuh dengan hutan dan bukit, Dewi Anjani memerintahkan burung Beberi untuk meratakan sebagian daratannya. Bagian yang datar akan menjadi tempat bercocok tanam bagi manusia nantinya.
Akhirnya, Beberi berhasil meratakan bagian selatan pulau itu. Dewi Anjani pun segera memanggil para jin.
"Haeeeeee saudara-saudarangku, maksud aku ine ida pada selapu jari manusia," kata Dewi Anjani setelah para jin berkumpul. Para jin itu sebagian setuju dan sebagian lagi menolak.
"Piak apa Tuanku rubah kami jari manusia?" kata jin yang tidak setuju.
Dewi Anjani sangat marah. Ia menyuruh pengikutnya untuk menangkap jin-jin yang menolak. Para jin itu berlari kian kemari menyelamatkan diri. Ada yang bersembunyi di batu besar, pohon kayu, gua, dan tempat lainnya.
Setelah keadaan aman, Dewi Anjani mengubah dua puluh pasang jin bangsawan menjadi manusia. Seorang di antaranya ditunjuk sebagai pemimpin. Pemimpin itu memunyai seorang istri yang sedang hamil. Setelah masanya, lahirlah seorang anak lelaki.
Begitu lahir, anak itu sudah pandai lari, bicara, dan makan sendiri.”Inak, ku mangan laparku”kata anaknya yang baru lahir. Ia langsung minta makan saat itu juga. lbunya segera menyediakan makanan. Ajaib sekali, bayi itu makan dengan sangat lahap. Tiga bakul besar nasi dan lauk habis dimakannya. Ayah dan ibunya heran melihat kelakuan anak itu. Anak itu pun diberi nama si Doyan Nada, julukan untuk orang yang kuat makan. Tubuh Doyan Nada pun tumbuh sangat cepat karena ia kuat makan.
Ayah Doyan Nada sengaja merobohkan batang kayu yang ditebangnya ke arah Doyan Nada.
Karena ayah Doyan Nada seorang pemimpin suku, ia sering diundang kenduri. Doyan Nada selalu minta untuk ikut. Tetapi, ayahnya selalu mendapat malu di kenduri itu karena anaknya makan sangat lahap. Akhirnya, ayahnya kecewa dan marah.
"Petayang irikmek kakenan mek, ndek ku kuat nyade anta kakenan malek," kata ayahnya geram.
Doyan Nada pun pergi meminta-minta kepada orang kampung.
Suatu hari, Doyan Nada diajak ayahnya pergi menebang pohon di hutan. Ayahnya sengaja menyuruhnya berdiri pada arah kayu yang akan roboh. Tubuh Doyan Nada pun tertindih batang kayu besar yang roboh itu.
"Nah, mate anta anakku nka ja,Anta doank miak Aku ilak," gerutu ayahnya segera pulang. Ketika ibu Doyan Nada menanyakan anaknya”Mbe lo Doyan Nada ja, ndekna milu ulek”si suami berdusta.
"Ku taok be ya,sang ya nyasar lek gawa, terang endah wah kakenna isik ulak raksasa tono!" jawabnya.
Dewi Anjani melihat kejadian itu dari anjungan istana di puncak Gunung Rinjani. la memerintahkan burung Beberi untuk memercikkan air Banyu Urip. Air itu dapat membuat orang mati hidup kembali. Setelah diperciki air itu, Doyan Nada hidup lagi. Kemudian, pohon kayu besar yang menindihnya itu dibawa pulang. Sesampai di rumah, ia berteriak, "Inakgita maukku meta kayuq!" la pun membanting batang kayu itu.
Diam-diam ayah Doyan Nada merasa takjub. la mencari akal lain. Keesokan harinya, Doyan Nada diajak ayahnya pergi mencari ikan di lubuk besar. Ketika Doyan Nada sedang asyik mencari ikan, sang ayah mendorong sebuah batu besar ke arahnya. Batu besar itu menimpa tubuh Doyan Nada. Doyan Nada pun mati. Ayahnya cepat-cepat pulang. Kepada istrinya ia berdusta lagi ketika ditanya mengapa Doyan Nada tidak ikut pulang.
Sekali lagi, Dewi Anjani melihat kejadian itu. la memerintahkan burung Beberi untuk membawa Banyu Urip. Setelah air itu dipercikkan, Doyan Nada hidup kembali. Batu besar yang menimpa dirinya dibawa pulang dan dibanting di luar halaman. Konon, dari batu itulah desa itu mengambil nama, yaitu Selaparang. Sela berarti batu dan parang berarti besar dan kasar.
Suatu malam, ibu Doyan Nada berkata kepada putra tunggalnya, "Eeee anakku sayang, mun mek tetep ngolo tene ja, Amamek pasti melena nyelakain anta ampok. Mun ngeno ja, lalo be mengembara peta idup Mek mesak. Jari bekal Mek, Inak miang Anta pituq topat untuk Mek”.
Doyan Nada pun bertangis-tangisan dengan ibunya. Malam itu juga ia berangkat mengembara. la berjalan siang malam menempuh hutan belantara, tebing, dan jurang. Padang luas dilaluinya, sungai deras diseberanginya. Setiap diadang binatang buas, ia melemparkan sebuah ketupat pemberian ibunya. Anehnya, binatang-binatang penghalang itu akan menyingkir memberi jalan setelah mereka memakan ketupat itu.
Akhirnya, Doyan Nada sampai di Gunung Rinjani. Ketika sedang berjalan melalui hutan, ia mendengar suara orang merintih. Suara itu didekatinya. Ternyata, suara itu berasal dari seorang pertapa yang terlilit akar beringin yang amat kokoh. Karena terlalu lama bertapa, akar beringin itu menjerat tubuhnya. Doyan Nada pun melepaskan lilitan itu. Orang itu menjadi sahabatnya dan diberi nama Tameng Muter. Tameng Muter sudah bertapa lebih dari sepuluh tahun karena ia ingin menjadi raja Lombok yang berkuasa.
Doyan Nada melanjutkan perjalanan didampingi Tameng Muter. Di suatu tempat, mereka melihat ada seorang pertapa menangis dililit pohon rotan. Lebih dari dua belas tahun ia bertapa di situ sampai rotan melilit tubuhnya. Lilitan orang itu pun dilepaskan Doyan Nada dan ia menjadi sahabatnya. Sahabat baru itu diberi nama Sigar Penjalin.
Setelah itu, Doyan Nada dan kedua sahabatnya mengembara menuju puncak Gunung Rinjani. Mereka berburu rusa liar untuk dimakan.
Suatu malam, dendeng rusa mereka dicuri raksasa bernama Limandaru. Mereka mengejar raksasa itu. Sampai Gua Limandaru di Sekaroh, Doyan Nada membunuh Limandaru.
Setelah itu, Doyan Nada masuk ke dalam gua. la menemukan tiga orang putri cantik di dalam gua. Para putri itu ditawan si raksasa. Mereka berasal dari Madura, Mataram Jawa Tengah, dan Majapahit. Doyan Nada pun memperistri putri dari Majapahit, Tameng Muter memperistri putri dari Mataram, dan Sigar Penjalin memperistri putri dari Madura.
Pada suatu hari, seorang nakhoda dari Pulau Jawa datang berdagang ke Pulau Lombok. Ketiga sahabat itu menerima kedatangan sang nakhoda.
Nakhoda terpesona melihat ada tiga putri cantik di pulau itu. la ingin menukar mereka dengan barang dagangannya. Doyan Nada sangat marah, lalu menangkap sang nakhoda. Kapal beserta anak buah dan barang-barang nakhoda itu diambil. Ketiga sahabat itu membagi anak buah kapal dan barangnya, sedangkan nakhoda kapal menjadi abdi Doyan Nada.
Kelak, ketiga sahabat ini mendirikan kerajaan baru di Lombok. Doyan Nada menjadi Raja Selaparang, Tameng Muter menjadi Raja Pejanggi, dan Sigar Penjalin menjadi Raja Sembalun
Batu Golog, Cerita Rakyat Padamara Lombok Timur NTB
Batu Golog, Cerita Rakyat Padamara Lombok Timur NTB | Ini adalah Sebuah Cerita Rakyat dari Desa Padamara, Kecamatan Sukamulia, Lombok Timur, NTB. Pada jaman dahulu di daerah Padamara dekat Sungai Sawing hiduplah sebuah keluarga miskin. Sang istri bernama Inaq Lembain dan sang suami bernama Amaq Lembain. Mata pencaharian mereka adalah buruh tani. Setiap hari mereka berjalan kedesa desa menawarkan tenaganya untuk menumbuk padi. Kalau Inaq Lembain menumbuk padi maka kedua anaknya menyertai pula. Pada suatu hari, ia sedang asyik menumbuk padi. Kedua anaknya ditaruhnya diatas sebuah batu ceper didekat tempat ia bekerja.
Anehnya, ketika Inaq mulai menumbuk, batu tempat mereka duduk makin lama makin menaik. Merasa seperti diangkat, maka anaknya yang sulung mulai memanggil ibunya: "Ibu batu ini makin tinggi." Namun sayangnya Inaq Lembain sedang sibuk bekerja. Dijawabnya, "Anakku tunggulah sebentar, Ibu baru saja menumbuk."
Begitulah yang terjadi secara berulang-ulang. Batu ceper itu makin lama makin meninggi hingga melebihi pohon kelapa. Kedua anak itu kemudian berteriak sejadi-jadinya. Namun, Inaq Lembain tetap sibuk menumbuk dan menampi beras. Suara anak-anak itu makin lama makin sayup. Akhirnya suara itu sudah tidak terdengar lagi.
Batu Goloq itu makin lama makin tinggi. Hingga membawa kedua anak itu mencapai awan. Mereka menangis sejadi-jadinya. Baru saat itu Inaq Lembain tersadar, bahwa kedua anaknya sudah tidak ada. Mereka dibawa naik oleh Batu Goloq.
Inaq Lembain menangis tersedu-sedu. Ia kemudian berdoa agar dapat mengambil anaknya. Syahdan doa itu terjawab. Ia diberi kekuatan gaib. dengan sabuknya ia akan dapat memenggal Batu Goloq itu. Ajaib, dengan menebaskan sabuknya batu itu terpenggal menjadi tiga bagian. Bagian pertama jatuh di suatu tempat yang kemudian diberi nama Desa Gembong olrh karena menyebabkan tanah di sana bergetar. Bagian ke dua jatuh di tempat yang diberi nama Dasan Batu oleh karena ada orang yang menyaksikan jatuhnya penggalan batu ini. Dan potongan terakhir jatuh di suatu tempat yang menimbulkan suara gemuruh. Sehingga tempat itu diberi nama Montong Teker.
Sedangkan kedua anak itu tidak jatuh ke bumi. Mereka telah berubah menjadi dua ekor burung. Anak sulung berubah menjadi burung Kekuwo dan adiknya berubah menjadi burung Kelik. Oleh karena keduanya berasal dari manusia maka kedua burung itu tidak mampu mengerami telurnya.
Langganan:
Postingan (Atom)